Utamakanlah pendidikan agar dapat meraih masa depan yang gemilang! --- Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat --- Ilmu adalah bekal yang tak akan habis --- Ilmu yang bermanfaat laksana cahaya di dalam gelap --- Menuntut ilmu tidak mengenal usia

Laman

Kamis, 06 Desember 2012

NILAI-NILAI JUANG DALAM PERUMUSAN PANCASILA

A. Arti,Fungsi, dan Kedudukan Pancasila bagi Bangsa Indonesia

1. Arti Pancasila
           Kata Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca dan sila. Panca mengandung arti lima dan sila berarti sendi, dasar, atau alas. Sehingga apabila digabungkan menjadi lima dasar atau lima sendi.
       Bagi bangsa Indonesia istilah Pancasila sudah dikenal sejak zaman dahulu. Tepatnya pada masa Kerajaan Majapahit di abad XIV. Pada saat itu Empu Tantular mengarang sebuah buku yang berjudul Sutasoma.Dalam buku tersebut ditulis adanya lima ajaran kesusilaan yang diberi nama "Pancasila Krama". Pancasila Krama merupakan dasar tingkah laku atau penuntun kesusilaan. Menurut Pancasila Krama kita dilarang untuk melakukan lima hal dalam hidup yaitu sebagai berikut :
   a.   Membunuh
   b.   Mencuri
   c.   Berzina
   d.   Mauk
   e.   Berjudi
           Seperi halnya Pancasila Krama yang menjadi dasar tingkah laku, Pancasila adalah lima sila yang menjadi dasar dan pedoman warga negara dalam hidup berbangsa dan bernegara yang harus di terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
 

Rabu, 04 Juli 2012

Gaya dan Pengaruhnya ( IPA )

  • Gaya dan Pengaruhnya
      Sesuatu yang menyebabkan benda bergerak disebut gaya. Sebagai contoh mobil mainan yang tadinya diam, kemudian talinya ditarik oleh seorang anak, maka mobil itu bergerak dan berpindah tempat. Gerobak bakso, berpindah tempat setelah di dorong oleh tukang bakso. Kegiatan yang dilakukan oleh anak tersebut dan tukang bakso adalah menarik dan mendorong benda. Jadi gaya yang berkerja adalah gaya tarik dan gaya dorong.
      Dalam kehidupan kita banyak kita temui macam-macam gaya. Berikut ini akan diuraikan beberapa macam gaya yang sering kita jumpai.

1.  Gaya Gravitasi
Pernahkahkamu melihat buah yang jatuh dari pohonya? Kemana arah jatuhnya buah tersebut? Buah kelapa itu jatuh ke bumi. Tidak hanya buah, benda-benda lain jika dijatuhkan dari ketinggian tertentu juga akan bergerak turun menuju bumi. Gerak jatuhnya benda-benda dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Jadi gaya gravitasi bumi adalah gaya yang bekerja pada dua benda  yang dipisahkan pada jarak tertentu. Besar gaya gravitasi sebanding dengan massa benda. Makin besar massa benda, gaya gravitasinya juga semakin besar.

2.  Gaya Gesek 
Pernahkah kamu  mendorong meja pada dua tempat yang berbeda, misalnya di atas ubin dan di atas tanah yang kasar? Bagaimana perbedaannya? Mendorong meja di atas ubin lebih mudah daripada mendorong meja pada tanah yang kasar. Hal ini terjadi kerena permukaan ubin lebih  halus daripada permukaan tanah. Dengan demikian gaya gesek pada ubin lebih kecil sehingga meja akan lebih mudah terdorong.
Jadi yang dimaksud dengan gaya gesekkan adalah gaya yang ditimbulkan oleh gesekan benda dengan benda lainnya. Gaya gesekan  bergantung pada kekasaran permukaan benda yang bergesekan. Makin kasar permukaan, makin besar gaya gesekan. Sebaliknya makin halus permukaan benda,gaya gesekan makin kecil.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak alat yang sengaja dibuat memiliki gaya gesekan besar dan yang dibuat dengan gaya gesekan kecil.
Gaya gesek yang diperbesar terdapat pada alat-alat sebagai berikut :
  1. Permukaan ban dibuat beralur-alur supaya kendaraan mudah dikemudikan,
  2. Membuat kampas rem lebih kasar supaya dapat menghambat laju kendaraan,
  3. Membuat alur-alur pada alas sandal dan sepatu supaya tidak tergelincir pada saat dipakai.
Gaya gesekan diperkecil terdapat pada kejadian sebagai berikut :
  1. Memperhalus permukaan benda bersentuhan,
  2. Memberikan minyak pelumas pada rantai sepeda dan sepeda motor,
  3. Memasang bantalan peluru pada poros supaya bidang sentuhnya menjadi lebih kecil,
  4. Memperkecil permukaan benda yang bersentuhan, misalnya roda merupakan benda yang memiliki luas permukaan yang kecil.
3.  Gaya Magnet
Adakah lemari es di rumahmu? Jika ada, bukalah pintu lemari es tersebut lalu tutuplah kembali. Perhatikanlah, pintu itu dapat tertutup rapat walaupun tanpa selot. Mengapa bias seperti itu? Ternyata, ada magnet yang dipasang di badan lemari es dan bingkai pintunya terbuat dari besi. Ketika pintu didekatkan, magnet akan segera menariknya. Akibatnya, timbullah gaya tarik yang menyebabkan pintu lemari es akan menutup.
Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda lain yang terbuat dari logam tertentu. Magnet pertama kali ditemukan di kota Mangnetsia, sebuah kota kecil di Asia. Manet ini dinamakan magnet alam karenaberasal dari alam. Magnet disebut juga besi berani.
Magnet memiliki bentuk bermacam-macam. Ada magnet berbentuk jarum, silinder, batang, ladam (tapal kuda), dan cicin. Nama magnet tersebut disesuaikan dengan bentuknya.
  1. Sifat-sifat magnet
Magnet  memiliki beberapa sifat, antara lain memiliki gaya tarik, memiliki dua kutup, serta memiliki gaya yang dapat menembus benda-benda tertentu.
1.)    Magnet memiliki gaya tarik
Magnet dapat menarik benda magnetis. Dengan kata lain, magnet dapat menarik benda lain yang memiliki gaya magnet. Gaya magnet adalah gaya yang dimiliki oleh magnet sehingga dapat menarik benda-benda yang lain. Semakin dekat dengan magnet, maka gaya tarik magnet makin kuat. Sebaliknya makin jauh dari magnet,gaya tarik makin kecil.
Berdasarkan dapat atau tidaknya ditarik gaya magnet, benda dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu benda magnetik dan benda nonmagnetik.
-      Benda magnetik : benda yang dapat ditarik oleh magnet
    Contohnya : besi, baja, nikel, dan kolbalt.
-  Benda nonmagnetik : benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.
      Contohnya : kayu, karet, kertas, dan kaca.

2.)   Magnet memiliki dua kutub
Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Bila kutub senama dihadapkan, maka kedua magnet akan saling tolak-menolak. Sebaliknya bila dua kutub yang berbeda (utara-selatan) dihadapkan maka kedua magnet akan saling tarik-menarik.

3.)   Magnet memiliki gaya yang dapat menembus benda
Magnet dapat menarik benda-benda maknetis. Akan tetapi jika benda megnetis tersebut diberi penghalang, apakah magnet masih dapat menariknya? Gaya magnet dapat menembus benda tidak magnetis yang tipis. Daya tembus tersebut dipengaruhi oleh ketebalan benda. Makin tebal,daya tembusnya makin kecil.

  1. Cara membuat magnet
1.)    Induksi
Pembuatan magnet secara induksi sangat mudah dilakukan, Akan tetapi, sifat kemagnetan hasil induksi ini bersifat sementara. Caranya dengan menempelkan benda-benda yang terbuat dari logam (besi atau baja) dengan magnet. Namun, jika magnet di lepaskan, sifat kemagnetan benda tersebut juga akan hilang.
          
2.)   Gosokan
Magnet yang digosokkan ke suatu batang besi atau baja dapat menyebabkan batang besi atau baja mempunyai sifat kemagnetan. Semakin lama waktu penggosokan, semakin lama pulasifat kemagnetan bertahan di dalam batang besi atau baja tersebut.
   
3.)   Dialiri arus listrik
Magnet dapat dibuat dengan cara mengalirkan arus listrik searah ke dalam suatu penghantar. Magnet yang ditimbulkan disebut elekromagnet. Elekromagnet pertama kali ditemukan oleh Hans Chistian Oersted pada tahun 1819. Elekromagnet bersifat sementara. Artinya, jika arus lisrik diputus , sifat magnet itu akan hilang. Kita dapat membuat electromagnet mempunyai kekuatan lebih besar dengan menambahkan jumlah lilitan.
  1. Penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari
Magnet banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada peralatan berikut ini.
1.)    Kompas                                             
2.)   Alat pengangkut besi tua  
3.)   Ujung gunting dan obeng
4.)   Kereta api maglev   

Rabu, 06 Juni 2012

Menulis Puisi Bebas

Menulis Puisi Bebas caranya adalah :
  1. Langkah-langkah menulis puisi menentukan tema terlebih dahulu.
  2. Tentukan gagasan pokok untuk masing-masing bait.
  3. Pilihlah kata-kata yang tepat.
  4. Gunakan kata-kata yang indah/kata kiasan.

Jumat, 01 Juni 2012

Menulis Laporan Pengamatan atau Kunjungan dengan Memperhatikan Penggunaan Ejaan

  • Menulis Laporan Pengamatan atau Kunjungan dengan Memperhatikan Penggunaan Ejaan
          Laporan hasil pengamatan atau kunjungan adalah informasi yang didapatkan dari mengamati suatu objek atau kunjungan suatu tempat. Kegiatan melaporkan hasil pengamatan atau kunjungan  merupakan suatu kegiatan menjelaskan inti sari keterangan informasi yang didapatkan dari mengamati suatu objek atau mengunjungi suatu tempat.

          Dalam melaporkan hasil pengamatan atau kunjungan kalian hendaknya menggunakan bahasa yang baik, tuntut, dan benar sehinnga hasilnya dapat dibaca dan didengar dengan jelas serta mudah dipahami. Kalian juga harus memperhatikan penggunaan ejaan. Ejaan yang kalian gunakan harus sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Mengindentifikasi Unsur Cerita

  • Mengindentifikasi Unsur Cerita
          Karangan berupa cerita rekaan atau khayalan yang berupa kenyataan disebut karangan fiksi. Yang termasuk karangan fiksi, yaitu carpen, dongeng, cerita rakyat, dan novel.
Dalamsebuah cerita terdapat unsur-unsur sebagai berikut.
  1. Tema, yaitu dasar cerita.
  2. Tokoh, yaitu pemeran cerita.
  3. Alur, yaitu jalannya cerita.
  4. Latar, meliputi tempat, waktu, dan suasana.
  5. Amanat, yaitu pesan yang akan disampaikan penulis.
  6. Watak atau sifat manusia yang memengaruhi perilaku.

Menulis Ringkasan Isi Buku

  • Menulis Ringkasan Isi Buku
          Meringkas isi buku merupakan kegiatan menulis kembali bacaan. Isi buku biasanya tentang bebagai pengetahuan yang kamu butuhkan. Ringakan dibuat untuk melengkapi isi buku. Meringkas isi buku dapat kamu lakukan dengan tahap-tahap seperti berikut.
  1. Membaca isi buku dengan seksama.
  2. Menandai hal-hal penting yang terdapat dalam isi buku.
  3. Menulis pokok-pokok isi buku/hal-hal penting.
  4. Menyusun pokok-pokok isi buku menjadi ringakan buku dengan susunan kalimat yang menarik.

Mengomentari Persoalan Faktual

  • Mengomentari Persoalan Faktual
          Dalam kehidupan sehari-hari kalian pasti sering menemui persoalan. Persoalan-persoalan yang kalian temui hendaknya segera diselesaikan sehinnga tidak ada persoalan lagi. Nah, kali ini kalian akan berlatih mengomentari persoalan faktual. Dalam mengomentari persoalan faktual tersebut hendaknya disertai dengan alasan yang sesuai.

          Kita dapat memberikan komentar terhadap suatu persoalan jika kita sudah mendapatkan informasi yang lengkap dari persoalan tersebut. Kita jangan berkomentar sembarangan sebelum kita mendapatkan informasi yang lengkap.Oleh karena itu, kita harus mencari informasi yang lengkap dari suatu persoalan terlebih dahulu.

         Mengomentari Persoalan Faktual caranya :
  • Memberipertanyaan disertai alasan yang logis & mengandung saran atau jalan keluarnya.
  • Dalam menyampaikan tanggapan hendaknya menggunakan bahasa yang santun agar tidak menyinggung.
  • Kalau tanggapan sifatnya negatif, sampaikan dengan ramah, sopan serta berikan jalan keluarnya.
  • Gunakan kalimat yang ojektif dan tidak berbelit-belit.